Wednesday, May 25, 2016

Resep Membuat Kopi Tubruk Wangi dan Nikmat

Resep Membuat Kopi Tubruk Wangi dan Nikmat

Bagi orang Indonesia kopi adalah bagian penting mereka dan menjadi bagian keharusan setiap induvidu. Kopi memang sangat nikmat, wangi aromanya dan mantap rasanya. Namun kopi tubruk yang enak ini apakah sudah Anda cicipi?

Kopi tubruk merupakan warisan budaya minum kopi khas Indonesia. Sudah lebih 3,5 abad kopi tubruk menemani berbagai kegiatan masyarakat kita. Kopi tubruk akan sangat enak dan nikmat apabila benar dan tepat dalam menyeduhnya. Bagi Anda yang ingin mendapatkan kopi tubruk yang enak dan nikmat ikuti setiap langkah berikut ini.

Bahan-Bahan dan Cara Memasak:
  1. Siapkan Java Lorek Coffee - Light Roast dan cangkir.
  2. Masak air hingga mendidih, lalu diamkan 1 menit untuk mendapatkan suhu ideal sekitar 92 - 96 derajat celcius.
  3. Masukan kopi bubuk halus ke dalam cangkir dengan  takaran 1 sendok makan penuh atau kalau Kamu  memiliki timbangan takar 10 gram.
  4. Tuang air dengan sedikit gerakan memutar agar kopi tercampur sempurna.
  5. Tunggu selama 3 menit untuk mendapatkan rasa dan aroma yang istimewa.
  6. Setelah 3 menit aduk kopi, atau Kamu juga bisa menambahkan gula sesuai selera sebelum kopi diaduk.
  7. Kopi tubruk istimewa hasil racikanmu siap untuk dinikmati.
Nah, setelah mengikuti petunjuk diatas, maka sudah dapat dipastikan Anda telah berhasil membuat kopi tubruk yang super enak ini, selamat mencoba.

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Tubuh

Bagi sebagian orang, kopi adalah minuman yang dihindari karena dapat menyebabkan penyakit seperti mual dan sebagainya. Namun bagi sebagian lagi, kopi merupakan minuman nikmat yang dapat dinikmati setiap hari dan juga memiliki khasiat yang baik bagi tubuh. Di masyarakat sendiri banyak sekali mitos-mitos yang beredar mengenai kopi bagi kesehatan tubuh manusia baik itu yang mitos baik maupun mitos buruk. Lalu bagaimana dengan fakta mengenai kopi di bidang kesehatan? Nah, kali ini ahli tips kesehatan akan membahas mengenai fakta menarik tentang kopi untuk tubuh.
fakta tentang kopi

Fakta Menarik Tentang Kopi Untuk Tubuh

Fakta pertama yang menarik tentang kopi adalah bahwa kopi ternyata baik untuk mencegah berbagai penyakit mematikan yang sulit obatnya seperti 2 jenis diabetes, Parkinson, penyakit liver, penyakit Alzheimer, sakit punggung karena komputer, dan masih banyak yang lainnya. Setidaknya sudah terdapat puluhan penelitian tentang manfaat kopi bagi kesehatan yang menyimpulkan hal ini.

Fakta yang lainnya adalah dengan meminum kopi antara 3 sampai 5 cangkir dalam sehari ternyata dapat menurunkan resiko terkena kalsium arteri coroner. Kalsium arteri koroner atau disingkat CAC merupakan salah satu pemrediksi penyakit jantung di masa mendatang yang hal tersebut masih sangat jarang diteliti pada masa lalu. Fakta ini bukanlah isapan jempol belaka karena ini merupakan hasil studi kepada lebih dari 25 ribu peminum kopi di negara Korea Selatan. Meminum 4 cangkir kopi dalam sehari juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit kanker kulit yang sangat berbahaya yakni melanoma.

Dengan mengonsumsi kopi sebanyak 4 sampai 6 cangkir dalam sehari juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit multiple sclerosis. Berdasarkan fakta ini, peminum kopi selama 5 sampai 10 tahun juga dapat terhindar dari penyakit tersebut. Saat ini, para peneliti sedang mempelajari manfaat kopi terhadap efek cacat jangka panjang karena penyakit MS dan juga prosentase kambuh.

Fakta lainnya yang mungkin sudah banyak ditulis di website atau di buku adalah bahwa kopi dapat mencegah terjadinya penyakit Alzheimer dan Parkinson pada seseorang. Para peneliti percaya bahwa kandungan dalam kopi seperti kafein dan kandungan lainnya sangat berperan dalam pencegahan penyakit Parkinson dan Alzheimer yakni dengan menekan produksi penanda inflamasi di otak.

Namun ada fakta lainnya dari kopi yang ternyata dapat membahayakan yakni pada Ibu Hamil. Ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi kopi lebih dari secangkir dalam sehari. Hal ini dikarenakan kopi akan meningkatkan resiko terkena keguguran pada janin. Pada wanita tua, kopi juga dapat mempercepat menopause apabila terlalu banyak meminumnya setiap hari. Selain itu, penderita insomnia dan diabetes akut juga perlu mempertimbangkan apabila ingin meminum kopi karena dapat membahayakan tubuh. Ada baiknya jika ingin mengonsumsi kopi, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang kopi bagi kesehatan. Meminum kopi sebenarnya tidak dilarang dan justru baik bagi kesehatan tubuh. Namun tentunya porsi per hari untuk meminum kopi harus dibatasi misalnya maksimal 5 kali yakni pagi hari sebelum berolahraga, menjelang siang, siang hari, sore hari, dan malam hari. Selain itu, aktifitas harian kita juga sangat mempengaruhi apakah kopi dapat bermanfaat untuk tubuh atau justru dapat berbahaya untuk tubuh. Jangan lupa untuk tetap melakukan olahraga dan imbangi dengan meminum air putih sehingga kesehatan tubuh dapat terjaga.

Resep Wedang Kopi Jahe yang Enak

Resep Wedang Kopi Jahe yang Enak

Kopi memang banyak digemari orang terutama bagi orang Indonesia, bukan hal asing lagi bagi orang Indonesia yang namanya kopi karena kopi banyak terdapat dimana-mana. Dari mulai warung-warung kecil bahkan sampai supermarket terbesar pasti terdapa bahan minuman yang satu ini.

Meski demikian, apakah Anda sudah tahu bahwa kopi dapat dipadukan dengan jahe sehingga menghasilkan sebuah minuman yang memiliki rasa nikmat. Minuman ini yang diberi nama wedang kopi jahe hangat.

Wedang kopi jahe sangat cocok disajikan ketika cuaca sedang dingin atau dipagi hari yang sejuk. Untuk menikmatinya Anda dapat dipadukan dengan makanan berupa gorengan seperti pisang goreng misalnya. Semakin penasaran kan dengan wedang kopi jahe yang satu ini?

Bahan yang diperlukan:
  • 350 ml air bersih
  • 3 sendok teh bubuk kopi pahit
  • 1 ruas jahe bakar (kupas kulitnya kemudian memarkan)
  • 70 gr gula merah
  • 1 sendok teh gula pasir
  • Susu kental manis putih secukupnya
Cara Membuat Wedang Kopi Jahe:
  1. Siapkan satu gelas untuk menyajikan
  2. Rebus air dengan jahe sampai mendidih sambil diaduk-aduk
  3. Masukkan gula merah, gula pasir dan kopi pahit kedalam rebusan jahe, aduk rata sampai gula larut
  4. Tuang kedalam gelas saji yang sudah disiapkan sambil disaring supaya tidak terbawa ampasnya
  5. Tuang susu kental manis secukupnya ( sesuai selera ) kedalam wedang kopi jahe, aduk sampai tercampur rata
  6. Wedang kopi jahe siap disajikan
Sajikan wedang kopi jahe ini dengan sepiring gorengan hangat supaya memiliki rasa yang semakin nikmat. Nikmati wedang kopi jahe hangat ini bersama keluarga Anda sehingga menjadikan suasana yang semakin asyik ya.

Resep Membuat Kopi Susu Super Enak

Resep Membuat Kopi Susu Super Enak

Kopi adalah minuman khas ala orang Indonesia, salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Sama halnya kopi yang dicampur dengan susu, dan tentu menjadi sangat nikmat jika dicicipi dengan beberapa makanan ringan.

Kedua minuman tersebut mungkin sudah menjadi menuman sehari-hari setiap pagi, siang atau sore dan sebelum atau sesudah menjalankan aktivitas. Minuman ini benar-benar sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

Tentunya perpaduan kedua bahan tersebut akan memiliki rasa yang semakin enak dan semakin banyak lagi orang yang menggemarinya. Minuman kopi susu biasanya disajikan hangat serta dipadukan dengan makanan berupa cemilan yang hangat pula misalnya seperti pisang goreng atau yang tidak hangat misalnya roti atau biskuit.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat minuman kopi susu sangat mudah untuk kita dapatkan, mari kita simak bahan apa saja yang dibutuhkan.

Bahan:
  • 1 sachet susu kental manis
  • 1 sendok makan bubuk kopi hitam
  • 1 sendok makan creamer
  • 1/2 sendok teh bubuk coklat plain
  • Air panas secukupnya
  • 3 sendok teh gula pasir
Cara Membuat Minuman Kopi Susu:
  1. Siapkan satu buah gelas untuk menyajikan kopi susu
  2. Masukkan kopi bubuk, coklat bubuk dan creamer kedalam gelas saji
  3. Tambahkan gula pasir dan susu kental manis kedalamnya
  4. Tuang air panas secukupnya kedalam gelas yang sudah diisi bahan
  5. Aduk dengan sendok sampai tercampur rata dan larut dengan air
  6. Minuman kopi susu siap untuk dinikmati
Nah, cara membuatnya juga mudah bukan? Minuman ini memang dapat disajikan kapanpun yang Anda inginkan, namun akan lenoh nikmat lagi jika dinikmati ketika cuaca sedang dingin. Selamat mencoba.

Sejarah Awal Ditemukannya Kopi dan Mulai Berkembang di Dunia

Sejarah Awal Ditemukannya Kopi dan Mulai Berkembang di Dunia

Jenis minuman yang satu ini memang dapat Anda temukan di Indonesia dengan mudah, minuman yang diolah dari ekstraksi biji tanaman kopi biji satu ini. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab Qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.

Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi Kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi Koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata Kopi yang dikenal saat ini.

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.

Perkembangan Kopi di Arab

Dari Ethiophia, kopi kemudian dibawa ke Arab. Pada abad ke-11 bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya.

Pada saat itu kopi menjadi minuman utama di Negara-Negara Muslim. Kepopuleran kopi bisa jadi disebabkan oleh dua hal yaitu karena memberikan efek bugar kepada tubuh dan sebagai pengganti minuman khamar atau alkohol yang memang dilarang oleh Islam.

Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania, dan India. Kisah pengembaraan umat Muslim tidak terlepas dari kopi, kemanapun orang Muslim menyebarkan agamanya, kopi selalu dibawa.

Sehingga pada abad ke-13 kopi sudah menyebar ke Afrika Utara, Negara-Negara Mediterania dan India. Pada abad ke-14 dan 15, budaya minum kopi sudah menyebar di Turki, Mesir, Syiria, Persia.

Sampai abad ke-16 seluruh produksi kopi masih dikuasai Arab. Namun pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu.

Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Makkah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

Sejarah Awal Ditemukannya Kopi

Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.

Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika seorang penggembala kambing mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis beri-berian. Sang gembala pun melihat kambingnya selalu melompat-lompat setiap kali ia memakan biji-bijian dari suatu tanaman yang kelak dinamakan kopi.

Penggembala tersebut kemudian mengikuti jejak kambingnya ini dengan mengkonsumsi biji kopi yaitu dengan merebusnya dalam air mendidih dan ia menemukan tubuhnya menjadi segar.

Penemuannya ini kemudian segera diceritakannya kepada warga kotanya dan banyaklah orang yang mengikuti apa kata pengembala tersebut, namun para pendeta mengatakan kekuatan kopi tersebut berasal dari setan.

Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.

Resep Membuat Kopi Hitam Super Enak

Resep Membuat Kopi Hitam Super Enak

Sebagian orang Indonesia sudah tak dapat hindari lagi minuman yang satu ini, kopi adalah minuman yang paling banyak bisa Anda jumpai. Ya, minuman yang satu ini adalah minuman paling digemari di Indonesia.

Selain memberikan kenikmatan ternyata juga memberikan manfaat yang besar bagi tubuh yaitu dapat meningkatkan stamina. Kandungan dari Kopi Hitam juga dapat membuat kita menjadi tahan melek atau susah tidur, sehingga cocok untuk siminum sehabis sarapan sebelum kita melakukan aktifitas yang padat.

Cocok juga bagi Anda yang dikejar deadline dan harus begadang, namun untuk alasan ini lebih baik jangan dilakukan terlalu sering karena tidak tidur pada malam hari dapat membahayakan kesehatan.

Jika dilihat secara kasat mata, Cara Membuat Kopi Hitam sangat mudah, namun jika dirasakan dengan seksama dan dipahami benar-benar ternyata cara membuat secangkir kopi hitam yang nikmat dan berkualitas itu sangat sulit dan tidak murah.

Sehingga tidak heran jika kedai kopi yang menyajikan banyak pilihan kopi terkadang mematok harga sangat mahal karena bahan dan alat yang digunakan kualitasnya berbeda dengan bahan dan alat yang kita gunakan dirumah.

Tahapan yang Diperlukan

  1. Kualitas air untuk menyeduh kopi harus diperhatikan. Jika menggunakan air keran sebaiknya disaring dahulu. Kemudian perhatikan suhu saat proses perebusan air. Idealnya tidak boleh hingga mendidih bergolak jika menggunakan coffeemaker.
  2. Sebaiknya beli biji kopi yang belum digiling karena akan mendapatkan rasa lebih nikmat. Jika membeli kopi yang sudah digiling akan kehilangan rasa dan kesegarannya. Kemudian seduh kopi pada coffeemaker atau langsung di dalam cangkir atau mug sebagai kopi tubruk.
  3. Jika ingin rasa pahit pada kopi hilang, taburi sedikit garam pada cangkir untuk memberikan rasa lebih baik pada kopi Anda. Sajikan dan nikmati kopi selagi hangat agar tak kehilangan rasa dan aromanya.
  4. Jangan simpan kopi di dalam freezer atau lemari es, tetapi simpan pada suhu ruang. Rasa kopi juga ditentukan oleh tempat penyimpanan. Suhu ruang bisa membuat rasa kopi menjadi enak dan kopi dapat bertahan selama seminggu atau lebih.
  5. Setelah merebus air, diamkan air selama 30 detik sebelum menambahkan atau dicampurkan dengan kopi.

Bahan Membuat Kopi Hitam:

  • Bubuk Kopi Hitam secukupnya sesuai dengan kekentalan yang diinginkan kami menyarankan 1 Sdm
  • Gula sesuai dengan selera
  • Coklat Bubuk 1/2 sdt

Cara Membuat Kopi Hitam:

  1. Panaskan dua cangkir air dengan api sedang jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar.
  2. Jika air sudah panas atau hampir matang masukkan bubuk kopi hitam ke dalam air kemudian aduk hingga air mendidih kemudian masukkan bubuk coklat.
  3. Siapkan saringan kopi dari kain halus, dan dua buah mug sedang.
  4. Tuang Kopi Hitam Panas tadi ke salah satu mug sedang kemudian mulailah menyaring Kopi Hitam ke mug yang lain angkat tinggi-tinggi mug ketika menyaring dan lakukan berkali-kali sampai kopi hitam mengeluarkan busa.
  5. Siapkan cangkir dengan gula kemudian saring lagi untuk terakhir kali ke dalam cangkir gula yang telah disiapkan. Hias Kopi dengan grande sesuka anda. Rasa akan berbeda tergantung dengan bubuk kopi yang anda gunakan.

Sajikan dan nikmati secangkir Kopi Hitam nikmat selagi panas ditemani dengan aneka cemilan lezat seperti kacang telur pedas, sus keju kering, churros, macaroon dan aneka cemilan lainnya. Selamat mencoba.

7 Daerah Indonesia dengan Kopi yang Sudah Dikenal Dunia

7 Daerah Indonesia dengan Kopi yang Sudah Dikenal Dunia

Berbicara kopi, rasanya setiap orang yang tinggal di Indonesia sudah bukan minuman asing lagi. Karena Indonesia memiliki tanah yang baik bertumbuhnya kopi dan telah tersebar luas di beberapa wilayah di Indonesia perkebunan kopi yang masing-masing hasil kopinya memiliki karakteristik unik dan berbeda-beda.

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera adalah salah satu kopi paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling. Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat.

Bisa dikatakan paling berat dan kompleks di antara jenis-jenis kopi yang ada di dunia. Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik karena dengan karakteristik dengan aroma rempah dan juga earthy.

Kopi Sumatera memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi Suamtera diproses dalam dua cara yaitu proses semi-washed dan dry-processed. Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera berkualitas terbaik bahkan di mata Internasional.

Kopi Sulawesi

Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi.

Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya.

Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula.

Kopi Aceh Gayo

Salah satu kopi terkenal adalah kopi Aceh Gayo yang sudah tersohor kenikmatannya. Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri.

Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah.

Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Tak heran kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan.

Kopi Bali Kintamani

Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar.

Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain.

Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kopi Papua Wamena

Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat.

Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan.

Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah.

Kopi Flores Bajawa

Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada.

Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi.

Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Kopi Jawa

Kopi yang berasal dari Pulau Jawa ini ternyata memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda.

Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, tetapi dia tetap memiliki penikmat sendiri karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Menjadikan pengalaman minum kopi terasa lebih unik dan berbeda.

Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Itu jugalah yang membuat cita rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu kopi Jawa tetap diminati karena menurut beberapa ahli, tidak semua kopi nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma rempah.

Sunday, May 8, 2016

Ini Dia Kriteria Tanaman Kopi Siap Panen

Apa sajakah kriteria tanaman kopi yang telah siap panen? Jika pemeliharaannya dilakukan dengan baik dan benar, tanaman kopi robusta akan mulai berbuah setelah usianya mencapai 2,5 tahun. Sementara itu, tanaman kopi arabika akan menghasilkan buah saat berusia sekitar 2,5-3 tahun.

Selain karena faktor jenisnya, faktor iklim juga berpengaruh besar terhadap waktu panen kopi. Rata-rata tanaman kopi yang dibudiyakan di dataran rendah lebih cepat berbuah daripada tanaman-tanaman yang dipelihara di dataran tinggi.
kriteria-kopi-siap-panen.jpg

Pada umumnya, tanaman kopi akan menghasilkan buah dalam jumlah sedikit ketika masa panen yang pertama kali. Tingkat kapasitas panen ini bakal meningkat setiap tahunnya seiring dengan usia tanaman kopi tersebut. Puncak panen kopi terjadi pada rentang umur antara 7-9 tahun dengan kapasitas produksi mencapai 500-1.500 kg/ha/tahun. Sedangkan tanaman kopi yang dirawat secara intensif mampu menghasilkan buah hingga 2.000 kg/ha/tahun.

Buah kopi secara garis besar mulai masak pada bulan April/Mei dan berakhir di bulan September/Oktober. Penyebaran panen di daerah-daerah yang mempunyai kelembaban tinggi lebih merata dibandingkan dengan daerah kering. Itulah kenapa, masa panen kopi di daerah kering menjadi semakin lama.

Guna memperoleh hasil buah kopi yang berkualitas tinggi, pemanenan hanya dilakukan pada buah kopi yang sudah benar-benar matang. Salah satu tandanya ialah warna kulit buah kopi tadi sudah berubah menjadi merah merata. Bunga kopi robusta akan berkembang menjadi buah setelah berumur 8-11 bulan. Sedangkan waktu yang diperlukan oleh bunga kopi arabika untuk tumbuh menjadi buah berkisar antara 6-8 bulan.

Kopi arabika dan kopi liberika yang ditanam di daerah basah mampu menghasilkan buah secara terus-menerus. Dengan demikian proses pemanenan pun dapat dilakukan sepanjang tahun. Berbeda dengan tanaman kopi robusta yang dipelihara di daerah kering, tanaman ini akan menumbuhakn buah hanya pada musim-musim tertentu sehingga pemanenannya dikerjakan secara musiman.
Tingkat kematangan buah kopi ditandai dari perubahan pada warna kulit buahnya. Buah kopi mentah berwana hijau dan akan berubah menjadi kuning saat kondisinya mengkal. Kemudian warna kulit buah tersebut bakal berganti lagi menjadi merah ketika matang sempurna, lalu menjadi kehitam-hitaman apabila sudah over ripe (terlampau matang).

Kriteria lain yang juga menandakan tingkat kematangan buah kopi terletak pada tingkat kekerasan dan prosentase kandungan zat gula di dalam buah. Buah kopi yang masak memiliki daging buah yang bertekstru lunak, mempunyai lendir, dan agak berair. Kandungan zat gula yang terdapat di dalam buah kopi ini pun relatif tinggi sehingga terasa manis di lidah.

Sementara itu, tekstur daging yang dimiliki oleh buah kopi mentah cukup keras, tidak tebal, tidak mengandung lendir, dan tidak terasa manis sebab senyawa gula di dalamnya belum terbentuk secara maksimal. Sedangkan buah kopi yang terlalu masak (over ripe) mengandung sedikit lendir karena sebagian senyawa gula dan pectin di dalamnya telah terurai sebagai akibat dari proses respirasi secara alami.

Thursday, May 5, 2016

Nih Dia Proses Pengolahan Kopi secara Kering

Bagaimanakah proses pengolahan kopi secara kering dilaksanakan? Setelah buah kopi dipanen, buah tersebut kemudian diolah sesegera mungkin ke tahap selanjutnya yaitu tahap pengeringan. Jarak waktu maksimal antara proses pemetikan dan proses pengeringan adalah 8 jam. Buah kopi perlu dikeringkan untuk menjaga kestabilan rasa dan aroma yang dimilikinya.

Terdapat dua metode dalam pengeringan biji kopi antara lain metode basah dan metode kering. Metode basah dilakukan dengan memisahkan biji kopi dari daging dan kulitnya terlebih dahulu (pulping) sebelum dikeringkan. Sedangkan pada metode kering, buah kopi dikeringkan secara langsung tanpa melalui tahap pulping sebelumnya.

Pembuatan kopi secara kering mampu menghasilkan bubuk kopi yang memiliki body kuat, terasa floral, fruity, lebih pahit, dan mengandung acidity rendah. Keunggulan utama dari metode ini yaitu pengerjaannya sederhana dan biaya yang dibutuhkannya pun lebih rendah. Akan tetapi, kandungan gula dan protein yang tinggi pada buah kopi bisa menyebabkan bakteri dan jamur berkembang biak dengan cepat apabila selama proses pengeringannya tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup.
proses-pengolahan-kopi-kering.jpg
Untuk menghilangkan rasa penasaran Anda, simak langkah-langkah pengolahan kopi dengan metode kering sebagai berikut!

Langkah 1 : Penyortiran Buah Kopi
Buah-buah kopi yang telah dipetik dari kebun perlu dilakukan penyortiran terlebih dahulu untuk memisahkannya berdasarkan tingkat kematangan buah. Sebab jika tidak, pencampuran ini akan mempengaruhi rasa dan aroma akhir yang dihasilkannya. Penyortiran buah kopi juga bertujuan untuk membersihkan dari kotoran dan benda-benda asing seperti daun, kayu, batu, rumput, dan sebagainya.

Langkah 2 : Penjemuran Buah Kopi
Buah kopi yang telah dipilah-pilih kemudian dihamparkan di tempat terbuka yang telah diberikan alas berupa tikar bambu. Proses ini dikerjakan dengan menjemur buah kopi secara langsung (sun-dried process) selama kurang lebih 4 minggu. Parameter yang digunakan ialah tingkat kelembaban kopi, di mana buah kopi yang dianggap sudah kering akan memasuki proses pengolahan selanjutnya. Apabila kondisi cuaca sedang tidak menentu, Anda bisa menggunakan mesin pengering (mechanical drying machine).

Langkah 3 : Pengupasan Kulit Kopi
Buah kopi yang telah mengering akan langsung diproses ke tahapan berikutnya yakni huling. Pada dasarnya, huling adalah proses pengupasan kulit tanduk buah kopi. Proses ini biasanya dilakukan oleh pabrik pengupasan khusus (miling processing station). Jarang sekali petani yang mengerjakannya sendiri karena memakan biaya investasi yang cukup besar. Setelah kulit buahnya dikelupas, biji kopi harus disimpan di dalam karung selama 6-8 minggu untuk menyeragamkan citarasa dan aromanya.

Langkah 4 : Penyortiran Menurut Ukuran
Tahap sortasi biji kopi menurut ukurannya dilaksanakan memakai mesin ayakan. Tujuannya adalah untuk memisahkan biji-biji kopi tersebut sesuai dengan kualitas yang dimilikinya. Para ahli sepakat bahwa biji kopi yang berukuran paling besar mempunyai mutu yang paling baik.

Langkah 5 : Penyortiran Menurut Fisik
Penyortirtan biji kopi dilakukan sekali lagi untuk mengelompokkan biji kopi berdasarkan tingkat kecacatannya (sorting by defect). Kali ini tahap sortasi dilaksanakan secara manual oleh perkerja yang terampil dan teliti. Kopi yang bermutu tinggi adalah kopi yang berwujud sempurna dan tidak memiliki cacat (undefect beans). Sementara itu, biji kopi yang cacat (defect beans) disortir kembali menurut seberapa parah kecacatannya yang terbagi menjadi beberapa grade, di mana grade A merupakan biji kopi yang mempunyai cacat paling sedikit.

Tuesday, May 3, 2016

Cara Memilih Biji Kopi yang Berkualitas Bagus

Tidak sedikit para penikmat kopi yang lebih memilih untuk membeli biji kopi daripada kopi yang sudah berbentuk bubuk. Alasannya, citarasa dan aroma pada biji kopi bisa dipertahankan dengan baik hingga tiba waktunya untuk menyeduh kopi tersebut. Walaupun terkesan agak merepotkan, mengolah sendiri biji kopi hingga menjadi secangkir kopi menawarkan sensasi kenikmatan yang tiada tara.

Pemilihan biji kopi yang berkualitas bagus memang terbilang cukup rumit dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Anda bisa menggunakan berbagai indera seperti melihat wujud biji kopi, menyentuh dan meraba tekstur permukaannya, serta mencium aroma yang dimilikinya. Biji kopi yang mengalami kecacatan akan mengurangi kelezatan secangkir kopi yang dihasilkan.
cara-memilih-biji-kopi.jpg
Bagi Anda yang ingin membeli biji kopi, ikuti panduan pemilihannya dari kami sebagai berikut!

Tips 1 : Perhatikan Tanggal Sangrai
Usahakan pada kemasan biji kopi yang akan Anda beli terlampir informasi tanggal sangrainya. Perhatikan dengan seksama kapan waktu menggoreng biji kopi dilakukan. Semakin baru biji kopi tersebut disangrai, maka kondisinya akan semakin fresh. Hasilnya kopi pun memiiki rasa nikmat dan aroma yang begitu kuat.

Tips 2 : Hirup Aroma Biji Kopi
Percaya atau tidak, biji kopi yang bagus mengeluarkan aroma wangi khas yang semerbak. Anda bisa mengetahuinya dengan mencium biji kopi untuk menentukan apakah mutunya baik atau biasa. Jika tercium aroma yang tebal, maka biji kopi tersebut mempunyai kualitas bagus. Sedangkan bila aromanya tidak terlalu tercium, kemungkinan besar kualitas biji kopi tersebut rendah.

Tips 3 : Kenali Kekhasan Biji Kopi
Ada banyak sekali biji kopi yang dijual secara bebas di pasaran. Masing-masing dari biji kopi ini tentu mempunyai karakteristik dan kekhasan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembelian langsung, ada baiknya Anda mencari tahu tentang keunggulan, harga, dan kualitas dari biji kopi tersebut. Disarankan pula untuk mencermati testimoni dari para penikmat lain yang sudah mencicipi kopi tadi.

Tips 4 : Seduh Tanpa Gula
Kualitas asli dari suatu biji kopi dapat Anda ketahui dengan menyeduhnya sesuai petunjuk yang tepat. Kemudian rasakan citarasa yang dihasilkannya tanpa tambahan gula sama sekali. Untuk menilai kualitas, Anda juga bisa membandingkannya dengan sensasi dari kopi yang lain.

Tips 5 : Membeli Sample Kopi
Ketika Anda menemukan biji kopi dari varietas yang baru dan belum pernah Anda coba sebelumnya, hindari membelinya dalam partai besar langsung. Dianjurkan untuk membelinya sedikit terlebih dahulu atau bila beruntung Anda bisa mendapatkan sample kopi tersebut secara cuma-cuma. Baru deh setelah Anda bisa mengetahui rasa dan aroma yang dimilikinya, silahkan putuskan untuk membelinya dalam jumlah yang banya atau pun tidak.

Intip Cara Menanam Kopi Coklat Yuk!

Bagaimana cara menanam kopi coklat? Kakao (Theobroma cacao L.) adalah pohon penghasil buah kakao yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan cokelat. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan sudah dibudiyakan di berbagai kawasan tropika karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Di Indonesia, tanaman kakao sering pula disebut kopi coklat.

Sebagai tumbuhan tahunan, ketinggian pohon kakao bisa mencapai hingga 10 meter. Namun untuk memudahkan pemanenan dan memperbanyak cabang yang produktif, para petani kakao biasanya mempertahankan ketinggian ideal sekitar 3-5 meter. Buah kakao berbentuk bulat memanjang dan warnanya akan berubah dari hijau menjadi ungu kekuningan apabila sudah masak.
cara-menanam-kopi-coklat.jpg
Yuk, intip langkah-langkah dalam pembudidayaan tanaman kakao ini!

Langkah 1 : Proses Pembibitan
Sebagai buah indukan, dipilih buah yang telah matang dan dalam kondisi sehat. Kemudian biji kakao diambil dari bagian tengah buah, lalu dibersihkan memakai abu gosok untuk menghilangkan lapisan daging buahnya. Proses pembuatan kecambah kakao dilakukan dengan memasukkan biji-biji tersebut ke dalam karung goni lantas ditempatkan ke dalam ruangan yang gelap. Selama pengecambahan berlangsung, biji kakao perlu disiram setiap 3 kali sehari.
Buat media tanam yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah itu, masukkan media tanam ini ke dalam polybag yang berukuran 30 x 20 cm dan berketebalan 0,8 cm. Kecambah-kecambah kakao selanjutnya ditanamkan ke dalam polybag tersebut. Rawat benih kakao ini di dalam polybag sampai usianya 4-5 bulan dengan tinggi 50 cm serta diameter batang 8 mm.

Langkah 2 : Proses Penanaman Bibit
Lahan yang akan ditanami bibit kakao harus sudah dicangkul dan diberi pupuk organik sesuai kebutuhan. Di sekeliling lahan juga sebaiknya ditanami pohon naungan yang berguna melindungi bibit kakao dari sengatan matahari dan curah hujan tinggi. Sedangkan pembudidayaan tanaman kakao dengan metode tumpangsari tidak memerlukan adanya pohon naungan.
Idealnya, bibit kakao dipindahkan dari polybag ke lahan setelah umurnya mencapai 6 bulan. Dianjurkan untuk memindahkan bibit kakao ini pada saat awal musim penghujan. Cek sekali lagi kelayakan lahan untuk ditanami tumbuhan kakao. Hindari memindahkan bibit yang sedang membentuk tunas baru.

Langkah 3 : Proses Pemeliharaan Tanaman
Proses pemeliharaan tanaman kakao meliputi penyiraman, pemupukan tanaman, dan pemangkasan. Penyiraman pohon kakao dikerjakan setiap 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan kapasitas 2-5 liter/tanaman. Untuk memberikan pupuk, perlu dibuat lubang di sekitar tanaman terlebih dahulu. Selanjutnya pupuk ditaburkan ke dalam lubang tersebut, kemudian ditutup lagi.
Pemangkasan tanaman kakao perlu dilakukan secara berkala untuk membentuk cabang-cabang baru yang seimbang demi mendukung pertumbuhan vegetatif. Selain tanaman kakao, pemangkasan juga perlu dilakukan pada semua pohon naungan yang tumbuh di sekitar lahan. Tujuannya agar cabang yang dimiliki pohon tersebut kian banyak dan batangnya pun dapat tumbuh semakin tinggi menjulang.

Sunday, May 1, 2016

3 Cara Menyeduh Kopi Luwak Seperti Profesional

Bagaimana cara menyeduh kopi luwak? Kopi luwak adalah kopi yang dibuat dari biji kopi yang telah dimakan oleh binatang luwak. Dunia mengakui kalau kopi ini merupakan kopi paling nikmat di dunia. Beruntung kita karena kopi tersebut berasal dari Indonesia.

Secara prinsip, proses penyeduhan kopi luwak tidak jauh berbeda dengan minuman kopi kebanyakan. Kendati demikian, langkah-langkah tersebut harus dilakukan dengan tepat agar secangkir kopi luwak yang Anda buat tidak kehilangan rasa dan aromanya. Lantas, bagaimana sih teknik penyeduhan kopi luwak yang sering diterapkan oleh para barista profesional?
cara-menyeduh-kopi-luwak.jpg
Paling tidak, ada 3 (tiga) metode yang dapat Anda gunakan ketika ingin menyeduh kopi luwak, yaitu :

Metode Pertama
Mulailah dengan merebus air secukupnya hingga mendidih. Sembari menunggu, masukkan 1 sendok makan bubuk kopi luwak ke dalam cangkir. Diamkan air panas tadi selama 1-2 menit agar suhunya menurun sampai 90 derajat celcius. Kemudian tuangkan air panas ke dalam cangkir, lalu segera tutup dengan penutup cangkir selama 3-5 menit. Untuk menikmati kopi luwak, Anda bisa membuka penutup kopi secara perlahan-lahan sambil menghirup aroma yang dikeluarkannya. Setelah itu, Anda pun dapat memulai meminum kopi sambil tak lupa hidung tetap mencium bau yang ditimbulkan oleh secangkir kopi luwak tersebut.

Metode Kedua
Metode ini dilakukan dengan merebus bubuk kopi luwak di air yang mendidih. Caranya letakkan milk pan di atas nyala api kompor, kemudian tuangkan 1-2 gelas air sesuai dengan jumlah minuman kopi yang ingin Anda buat. Tunggu sekitar 1 menit agar suhu air tersebut meningkat hingga mencapai 60 derajat celcius, lalu tambahkan 1 sendok makan bubuk kopi luwak atau sesuai dengan selera. Lanjutkan merebus air kopi ini sampai benar-benar mendidih. Supaya tidak gosong, disarankan untuk terus mengaduknya secara perlahan-lahan. Setelah air kopi tersebut benar-benar mendidih, selanjutnya Anda bisa memindahkannya ke cangkir saji.

Metode Ketiga
Pada dasarnya, proses membuat kopi yang mantap dengan metode ketiga ini mirip seperti teknik pertama. Namun yang membedakan adalah kopi tersebut sama sekali tidak diaduk. Jadi setelah air panas dituangkan ke cangkir yang telah berisi bubuk kopi, Anda bisa menunggunya selama beberapa saat agar bubuk-bubuk kopi mengendap di dasar cangkir dan minuman ini pun siap untuk dinikmati.

Wednesday, April 27, 2016

Tahap-tahap Proses Pembuatan Kopi Luwak

Bagaimana proses pembuatan kopi luwak dilaksanakan? Pada dasarnya, istilah kopi luwak merujuk pada kopi yang telah dimakan oleh binatang musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Sistem pencernaan luwak yang sederhana tidak mampu mencerna biji kopi yang notabene memiliki struktur yang keras. Jadilah ketika keluar bersama kotoran luwak, biji kopi tersebut masih dalam kondisi yang utuh tetapi sudah mengalami proses fermentasi secara alami.

Luwak adalah binatang pemakan tumbuh-tumbuhan, termasuk bagian buah dan bunga tanaman. Luwak mempunyai indera penciuman yang sangat tajam sehingga sanggup membedakan mana buah kopi yang telah matang sempurna dan masih setengah masak. Hewan ini hanya mau memakan buah kopi yang kondisinya sudah benar-benar matang. Itulah kenapa, biji kopi dari sisa pencernaan luwak memiliki rasa yang kuat dengan aroma yang harum.
proses-pembuatan-kopi-luwak.jpg
Penasaran bagaimana cara membuat kopi luwak? Mau tahu juga kiat-kiat terkait pembuatan kopi luwak ini? Pelajari panduan selengkapnya sebagai berikut!

Tahap 1 : Memetik Buah Kopi
Pemetikan buah kopi dilakukan dengan memetik buah-buah yang telah matang secara sempurna. Ciri-cirinya antara lain memiliki kulit berwarna merah tua, teksturnya agak lunak, dan mengeluarkan bau yang semerbak. Seluruh buah kopi yang telah terkumpul tersebut kemudian disortir sekali lagi untuk memisahkan buah mentah yang ikut terpanen. Perlu diketahui, luwak hanya doyan memakan buah kopi yang matang.

Tahap 2 : Memberikan Buah Kopi ke Luwak
Proses pemberian buah kopi kepada luwak sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari menjelang malam. Sedangkan pada siang harinya, Anda bisa memberikan pakan berupa buah-buahan, sayur-mayur, atau makanan pelengkap lain agar luwak tidak merasa bosan. Buah-buah kopi yang akan diberikan kepada luwak sebaiknya ditampung ke dalam suatu wadah yang memungkinkannya tidak mudah berceceran. Jaga suasana di area sekitar kandang luwak supaya tetap tenang dan nyaman.

Tahap 3 : Mengumpulkan Kotoran Luwak
Seperti yang sudah kami singgung di atas, kopi luwak berasal dari sisa pencernaan luwak. Artinya Anda harus mengumpulkan kotoran-kotoran luwak atau yang biasa disebut dengan brenjel. Kelihatan cukup menjijikkan memang. Namun jika Anda menyadari akan potensi nilai jual kopi luwak yang mencapai jutaan rupiah per kilogramnya, tentu Anda bisa menolerirnya kan? Biar tetap aman dan nyaman selama memunguti kotoran luwak, silahkan mengenakan pakaian pelindung seperti sarung tangan dan masker.

Tahap 4 : Membersihkan Biji Kopi
Kotoran-kotoran luwak yang telah terkumpul selanjutnya perlu dibersihkan dengan air mengalir untuk memisahkan biji kopi dari kotoran yang menempel di permukaannya. Pembersihan dilakukan sedemikian rupa dengan membolak-balikkan biji kopi supaya bersih menyeluruh. Ulangi proses pembersihan hingga beberapa kali sampai dipastikan biji kopi tersebut benar-benar bersih. Biji kopi yang telah bersih ini biasanya berwarna kekuning-kuningan dan mengeluarkan wangi yang semerbak.

Tahap 5 : Mengeringkan Biji Kopi
Sebaiknya proses pengeringan biji kopi dilaksanakan dengan memanfaatkan sinar matahari langsung. Sebab biji kopi yang diproses secara alami ini akan memiliki sensasi rasa dan aroma yang khas dan tidak ada duanya. Namun apabila kondisi cuaca sedang buruk dan tidak memungkinkan dilakukan penjemuran, Anda bisa mengeringkannya dengan bantuan mesin pengering khusus.

Kopi luwak biasanya dipasarkan dalam kondisi yang masih berbentuk biji utuh (green beans). Ini dikarenakan citarasa dan aroma kopi dari biji yang masih utuh tidak akan mengalami perubahan. Berbeda halnya dengan kopi bubuk yang seringkali kehilangan sensasi rasa dan aromanya akibat terpapar oleh udara.

Sunday, April 24, 2016

Pedoman Teknik Budidaya Kopi secara Lengkap

Apakah Anda membutuhkan pedoman teknik budidaya kopi secara lengkap? Tanaman kopi adalah salah satu tumbuh-tumbuhan yang banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Pada dasarnya, pembudidayaan tanaman kopi dapat dilakukan melalui serangkaian tahapan yang saling berkesinambungan. Tak lupa, proses budidaya juga wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada aspek K-3 yakni kuantitas, kualitas, dan kelestarian.
teknik-budidaya-kopi.jpg

Tahap 1 : Persiapan Lahan
Proses persiapan lahan pada tanah yang terletak di daerah pegunungan dilakukan dengan membuat terasering terlebih dahulu. Kemudian pastikan jumlah pohon pelindung sebanyak 1:4 hingga 1:8 dari jumlah tanaman kopi. Selanjutnya sebarkan pupuk kandang sebanyak 25-50 kg di lahan dan diamkan selama seminggu. Setelah itu, buat lubang tanam yang berukuran 60 x 60 cm atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 cm sampai 2,75 x 2,75 cm. Tahap persiapan lahan ini dikerjakan paling tidak 2 bulan sebelum proses penanaman dilaksanakan.

Tahap 2 : Pembibitan
Biji kopi yang akan dijadikan bibit harus berasal dari tanaman unggul yang telah diketahui mutu produksinya. Sebagai media persemaian, siapkan kotak atau bumbunan tanah yang diisi pasir dengan ketebalan 5 cm. Lalu pasang pelindung dari pelepah atau paranet di atas media tersebut dengan jumlah yang dikurangi secara bertahap setelah bibit kopi tumbuh. Bibit-bibit kopi ini lantas disiram secara rutin sesuai kondisi kelembaban pada media persemaian.

Biji kopi biasanya akan berkecambah kurang lebih selama sebulan setelah proses pembibitan dilakukan. Selanjutnya pada usia 2-3 bulan, bibit-bibit kopi ini perlu dipindahkan ke dalam polybag yang telah diisi tanah dan pupuk NPK dengan hati-hati agar tidak memutuskan sistem perakarannya. Pilih hanya bibit yang berkualitas bagus, sehat, dan normal. Bibit kopi ini telah siap ditanman di lahan terbuka apabila umurnya telah mencapai 7-9 bulan.

Tahap 3 : Penanaman
Untuk menanam bibit kopi, pertama-tama masukkan pupuk kandang dan tanah bagian atas dari polybag yang dipakai dalam pembibitan. Kedua, buka polybag secara hati-hati lalu masukkan bibit kopi ke dalam lubang tanam. Ketiga, timbun kembali lubang tanam dengan tanah di sekitarnya kemudian siram tanah secukupnya. Sebaiknya tahap penanaman bibit kopi ini dikerjakan pada saat musim hujan. Kalau perlu, pasang pagar pelindung yang mengelilingi bibit agar tidak diserang oleh hama maupun hewan ternak.

Tahap 4 : Pemeliharaan
Proses pemeliharaan tanaman kopi meliputi penyiraman dan pemupukan. Tanaman kopi perlu disiram secara berkala terutama pada waktu tanah dalam kondisi kering atau musim kemarau. Sedangkan pemupukan kopi dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun yakni ketika awal dan akhir musim penghujan. Jenis dan dosis pupuk yang dipakai harus disesuaikan dengan jenis tanah atau saran dari kementrian pertanian di masing-masing daerah. Setelah pemupukan selesai dilakukan, usahakan untuk menyiram lahan supaya penyerapan pupuk oleh tanah dapat berlangsung lebih maksimal.

Tahap 5 : Pemangkasan
Pekerjaan pemangkasan pohon kopi dilaksanakan setelah masa panen telah usai. Tujuannya adalah untuk mengatur bentuk pertumbuhan tanaman kopi, mengurangi cabang tunas air/wiwilan, mengurangi penguapan, memaksimalkan pertumbuhan bunga, dan memperbaiki bagian tanaman yang mengalami kerusakan. Idealnya, tahap ini dikerjakan pada awal atau akhir musim penghujan setelah lahan ditaburi pupuk.

Tahap 6 : Pemberantasan Penyakit
Dilaporkan ada cukup banyak penyakit yang sering menjangkiti tanaman kopi. Di antaranya yaitu penyakit karat daun, penyakit jamur upas, penyakit akar hitam, penyakit akar cokelat, penyakit mati ujung, dan penyakit bercak cokelat. Jika pemberantasan menggunakan pestisida alami belum mampu mengatasi penyakit secara maksimal, maka bisa digunakan pestisida kimia sesuai gejala yang dianjurkan.

Tahap 7 : Pengolahan Hasil
Buah kopi yang telah dipetik wajib diproses maksimal selama 20 jam untuk mempertahankan kualitasnya. Proses pengolahan hasil ini meliputi tahapan pembersihan, penjemuran, penggorengan, dan penggilingan. Biji kopi yang telah menjadi bubuk kopi kemudian dimasukkan ke dalam kemasan untuk selanjutnya siap didistribusikan.

Saturday, April 23, 2016

Cara Pengeringan Biji Kopi yang Baik dan Benar

Bagaimana cara mengeringkan biji kopi yang baik dan benar? Pada dasarnya, pengeringan adalah proses pengeluaran air dari dalam biji kopi hingga menuju kadar air kesetimbangan dengan udara sekeliling sehingga mutu biji kopi tersebut dapat dihindarkan dari serangan aktivitas serangga, jamur, dan enzim. Proses ini dilakukan dengan mengambil atau menurunkan kadar air sampai batas tertentu sehingga laju kerusakan biji kopi akibat aktivitas biologis dan kimiawi bisa diperlambat hingga tiba waktunya untuk diolah atau diseduh. Biasanya metode pengeringan banyak memanfaatkan proses pemindahan panas melalui penguapan kandungan air dari permukaan biji kopi.

Pengeringan merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengawetkan biji kopi sehingga mempunyai waktu simpan yang lebih lama. Kegunaan lainnya dari metode ini ialah memperkecil berat dan volume biji kopi dibandingkan dengan kondisi awal sebelum proses pengeringan dilakukan. Jadi dengan mengeringkan biji kopi terlebih dahulu, secara tidak langsung juga dapat menghemat ruang penyimpanan.

Di dalam proses pengeringan biji kopi, tingkat keseimbangan kadar air akan sangat menentukan batas akhir dari tahapan tersebut. Seringkali suhu udara pada biji kopi dan kelembaban udara nisbi berpengaruh besar pada keseimbangan kadar air. Apabila jumlah molekul air yang akan diuapkan sama dengan jumlah molekul air yang diterima biji kopi, maka tingkat kekeringan pada biji kopi tersebut sudah seimbang sehingga penguapan air pun akan terhenti.

Laju pengeringan biji kopi dipengaruhi oleh perbedaan kadar air biji kopi dan kadar air kesetimbangan. Semakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan biji kopi, semakin cepat proses perpindahan panas yang terjadi dan semakin cepat pula penguapan pada biji kopi. Oleh sebab itu, buah kopi yang sudah dipetik harus sesegera mungkin dikeringkan agar tidak menjadi jenuh oleh uap air yang justru dapat memperlambat proses pengeringan.

Secara garis besar, biji kopi yang telah dicuci bersih mengandung air dengan kadar mencapai 55 persen. Melalui proses pengeringan dengan cara menguapkan kandungan air tersebut, maka diperoleh hasil berupa biji kopi yang mengandung kadar air berkisar antara 8-10 persen.
cara-pengeringan-biji-kopi.jpg
Terdapat tiga macam metode yang dapat dilaksanakan untuk mengeringkan biji kopi antara lain :

1. Pengeringan Secara Alami
Pengeringan biji kopi secara alami dikerjakan dengan menjemur biji-biji kopi di bawah terik matahari langsung. Metode ini biasanya diterapkan pada saat musim kemarau sehingga risiko biji tersiram hujan dapat diminimalisir. Sebaiknya biji kopi tadi dihamparkan di latai semen, anyaman bambu, atau tikar serta jangan pernah meletakkannya langsung di atas tanah sebab dapat mengotorinya. Kopi yang sudah dihamparkan dengan ketebalan maksimal 1,5 cm ini dijemur selama 10-14 hari tergantung kondisi cuaca. Pada saat proses penjemuran berlangsung, hamparan kopi tersebut perlu dibalikkan setiap 1-2 jam sekali supaya kering secara merata dengan menggunakan alat garuh kayu.

2. Pengeringan Secara Buatan
Proses pengeringan biji kopi secara buatan dikerjakan dengan menggunakan bantuan mesin pengering yang terdiri atas tromol besi yang memiliki dinding berlubang-lubang. Metode ini bisa dilakukan saat penjemuran tidak mungkin dilakukan karena cuaca sedang mendung atau hujan. Walaupun membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi pengeringan dengan bantuan mesin ini bisa dilakukan dengan cepat, kurang lebih selama 18 jam saja. Tahap pertama yaitu memanaskan biji kopi dengan suhu 65-100 derajat celcius untuk menurunkan kadar air hingga 30 persen. Selanjutnya biji kopi perlu dikeringkan lagi pada tahap kedua yakni memanaskan biji kopi pada suhu 50-60 derajat celcius agar kadar air yang tersisa hanya sekitar 8-10 persen.

3. Pengeringan Secara Kombinasi
Disebut metode pengeringan kombinasi karena memadukan antara pengeringan alami dan pengeringan buatan. Mula-mula biji kopi dijemur di bawah terik matahari sampai kadar airnya tinggal 30 persen. Setelah itu, biji kopi dikeringkan sekali lagi memakai mesin pengering untuk menurunkan kadar air hingga 8-10 persen.

Monday, April 18, 2016

Metode Penanganan Pasca Panen Kopi

Penanganan pasca panen kopi meliputi pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan setelah proses pemanenan buah kopi selesai dilaksanakan. Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan dan penjemuran biji kopi hingga berbentuk coffee beans yang sudah terlepas dari daging buah, kulit tanduk, dan kulit ari sehingga siap untuk diperdagangkan.

Penanganan pasca panen kopi harus dikerjakan secara tepat agar kualitasnya terjaga dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Kritertia mutu biji kopi yang perlu diperhatikan tersebut mencakup faktor fisik, citarasa, kebersihan, keseragaman, dan konsistensi. Konon katanya rasa nikmat dari suatu biji kopi dipengaruhi oleh kebun 60%, roasting 30%, serta penyeduhan 10%. Yang menarik, dominasi rasa biji kopi oleh kebun terjadi pada saat proses panen buah kopi.
pasca-panen-kopi.jpg
Secara garis besar, terdapat dua macam teknik untuk menangani pasca panen kopi yaitu metode basah dan metode kering. Simak ulasan lengkap di bawah ini!

Pasca Panen Kopi dengan Metode Basah
Pada dasarnya, penanganan pasca panen kopi dengan metode basah dilakukan melalui tahap pengelupasan kulit dan penghilangan lendir sisa daging buah menggunakan air. Tahap selanjutnya biji-biji kopi yang sudah dalam kondisi bersih tersebut akan dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Setelah buah dipetik dari tanaman kopi, semua buah ini direndam di air terlebih dahulu untuk menentukan kualitasnya. Buah kopi yang bermutu rendah akan tetap terapung di permukaan air. Jadi seluruh buah yang terapung ini harus disingkirkan agar tidak merusak mutu dari buah-buah kopi lainnya.

Setelah itu memasuki tahap pengupasan yaitu memisahkan kulit buah kopi dari biji. Hasil dari proses tadi berupa biji kopi yang masih diselimuti kulit tanduk dan berlendir. Oleh sebab itu, diperlukan teknik pembersihan biji kopi sekali lagi sehingga biji tersebut benar-benar layak.

Pada metode basah, dikenal dua teknik untuk membersihkan kulit tanduk dan lendir dari biji kopi. Pertama yakni teknik semi-washed, lapisan lendir yang masih menempel di kulit tanduk dibuang dengan cara memasukkan biji kopi ke karung selama 12-24 jam. Hasilnya berwujud biji kopi yang memiliki permukaan kesat, tidak licin, dan tidak berlendir. Biji tersebut lantas dibilas dengan air, kemudian dijemur. Metode basah dengan teknik semi-washed ini akan menciptakan biji kopi yang mempunyai rasa asam yang rendah dengan rasa body yang cukup kuat.

Kedua yaitu teknik fully-washed yang dilaksanakan dengan merendam biji di air selama 12 jam, di mana pada jam ke-6, air rendaman perlu diganti. Setelah direndam, biji kopi tersebut selanjutnya dibilas dengan sir bersih dan dijemur hingga kering. Karakter citarasa yang didapat dari metode basah dengan teknik fully-washed adalah biji kopi yang mempunyai rasa yang ringan dan mild.

Pasca Panen Kopi dengan Metode Kering
Dibandingkan dengan metode basah yang bisa dikerjakan oleh para petani pemula, pasca panen kopi dengan metode kering harus dilaksanakan oleh para petani yang sudah berpengalaman karena menyimpan risiko gagal rasa. Kopi yang mengalami gagl rasa tentu saja menyebabkan kualitasnya menurun drastis sehingga harganya pun sangat murah.

Secara prinsip, metode basah dilaksanakan dengan membersihkan buah kopi menjadi bij tanpa menggunakan air sedikit pun. Jadi setelah dipetik dari kebun, buah kopi tersebut akan langsung dijemur begitu saja dan tidak perlu menghilangkan kulit dan lendirnya. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan biji kopi yang memiliki citarasa dan aroma yang berbeda dan khas buah-buahan.
Ada dua macam teknik pada metode kering antara lain teknik honey-process dan teknik naturak-process. Pada teknik honey-process, buah kopi yang telah dipanen kemudian dikupas langsung. Berikutnya biji kopi yang dibungkus lendir tersebut dijemur hingga kering. Proses ini menghasilkan biji kopi yang bercitarasa sweet.

Sementara itu, buah kopi pada proses natural langsung dijemur sekulit-kulitnya tanpa melalui pengupasan. Tujuannya ialah agar muncul rasa lain selain asam dan pahit pada biji kopi tersebut. Misalnya saja rasa buah-buahan kopi yang cukup kuat.

Tuesday, April 12, 2016

Cara Membuat Pupuk Organik untuk Tanaman Kopi

Bagaimana cara membuat pupuk organik untuk tanaman kopi? Dibandingkan dengan pupuk kimiawi, pupuk organik dinilai memiliki manfaat yang baik untuk tanaman kopi. Pupuk organik mampu meningkatkan kandungan unsur hara dan senyawa organik bagi media tanam, menyuburkan tanah secara alami, meningkatkan kuantitas jasad renik di dalam tanah, mengendalikan berbagai jenis parasit yang berbahaya, meningkatkan produktivitas tanaman, serta memacu tingkat pertumbuhan buah kopi.

Pupuk organik terdiri atas dua macam yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk kandang adalah pupuk yang terbuat dari kotoran hewan, sedangkan pupuk kompos terbuat dari dedaunan. Pupuk kandang ada yang berwujud cair dan padat.
pupuk-organik-tanaman-kopi.jpg
Di bawah ini panduan proses pembuatan pupuk organik untuk tanaman kopi dari kotoran kambing :

A. Pupuk Organik Cair dari Urin Kambing
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • 150 liter urin kambing
  • 1 liter tetes tebu
  • 10 liter air
  • 5 kg empon-empon (kunyit, laos, kunci, temulawak, temuireng, dan sebagainya)
  • Starter fermenter secukupnya, contohnya EM4

Langkah-langkah pembuatan :
  1. Tuangkan air ke dalam drum plastik, lalu tambahkan tetes tebu ke dalamnya. Kemudian masukkan pula starter fermenter seperlunya ke dalam larutan di atas. Jangan lupak aduk sampai komposisinya tercampur rata.
  2. Setelah pembuatan larutan di atas rampung, selanjutnya tuangkan ke dalam drum besar yang sudah terisi dengan urin kambing. Aduk-aduk sebentar kedua cairan ini hingga merata.
  3. Tumbuk empon-empon sampai halus. Setelah itu, masukkan ke dalam drum besar tadi.
  4. Aduk bahan-bahan yang ada di dalam drum besar selama kurang lebih 15 menit. Berikutnya tutuplah drum tersebut dengan rapat.
  5. Setiap hari, drum perlu dibuka dan bahan-bahan di dalamnya harus diaduk selama 15 menit terus-menerus. Tahap ini dilakukan selama 7 hari berturut-turut.
  6. Setelah 7 hari berlalu, pupuk belum boleh digunakan pada tanaman karena masih mengandung gas amonia yang berbahaya. Jadi Anda perlu membuang gas tersebut terlebih dahulu dengan metode penipisan.
  7. Caranya yaitu berikan tekanan pada drum berisi urin menggunakan pompa akuarium sehingga urin tadi mengalir ke talang plastik yang panjangnya mencapai 2 meter. Biarkan urin tersebut dijemur di bawah terik matahari langsung selama 3 jam.
  8. Kini pupuk organik cair pun telah siap untuk digunakan.

B. Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • 1 ton kotoran kambing
  • 200 kg kapur dolomit
  • 200 kg sekam padi/abu kayu/serbuk gergaji
  • 4 botol decomposer, contohnya EM4

Langkah-langkah pembuatan :
  1. Hancurkan terlebih dahulu kotoran kambing dengan memakai mesin khusus atau secara manual. Anda juga bisa menambahkan urea sebanyak 1 persen untuk menghancurkan kotoran kambing tersebut.
  2. Siapkan area khusus yang akan dipakai untuk tempat pembuatan pupuk padat. Pastikan tempat tersbut terhindar dari air dan hujan dengan memasang terpal di atasnya.
  3. Hamparkan kotoran kambing setebal 20-30 cm. Lalu taburkan kapur dolomit dan abu kayu di atasnya.
  4. Setelah itu, siapkan decomposer yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan sesuai saran pada kemasan. Kemudian siramkan cairan decomposer ini pada lapisan kotoran kambing secara merata hingga kadar air mencapai 40%.
  5. Buat lapisan berikutnya dengan prosedur yang sama seperti di atas. Jangan lupa untuk menyiraminya juga memakai cairan decomposer. Lakukan perkerjaan ini berulang-ulang hingga seluruh kotoran kambing habis.
  6. Tahap selanjutnya, lapisan-lapisan tadi kemudian dicangkul pada salah satu sisinya dengan gerakan yang searah. Hal ini lantas akan membentuk timbunan kotoran kambing yang baru di sebelahnya. Ulangi sekali lagi proses pencangkulan ini dengan arah gerakan yang berkebalikan.
  7. Berikutnya kotoran kambing ini lantas ditimbun, lalu ditutup rapat memakai terpal. Berikan penahan pada bagian pinggir terpal supaya tidak mudah terbuka saat dihembus angin.
  8. Setelah seminggu berlalu terpal kemudian dibuka dan diaduk-aduk, lalu ditutup kembali serta didiamkan selama 3 minggu. Barulah setelah itu pupuk organik padat ini sudah siap untuk dipakai.

Monday, April 4, 2016

Hama Pada Tanaman Kopi dan Cara Pengendaliannya

Apa sajakah hama yang menyerang tanaman kopi? Bagaimana pula cara pengendaliannya yang tepat? Dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal dari budidaya kopi, pengendalian terhadap hama mutlak harus dikerjakan. Tanaman kopi yang bebas dari hama tentu memiliki tingkat pertumbuhan yang baik serta daya produktifitasnya pun tinggi.
hama-pada-tanaman-kopi.jpg
Setidaknya terdapat lima macam hama yang biasanya merusak tanaman-tanaman kopi, di antaranya :

1. Penggerek Buah
Hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) atau dikenal juga sebagai hama BBK (Bubuk Buah Kopi) tergolong ke dalam keluarga Scolytdae di ordo Coleoptera. Hama ini suka menyerang tanaman kopi serta membuat sarang dan berkembang biak di dalamnya. Untuk sampai ke tumbuhan yang diserang, serangga ini biasanya masuk melalui ujung buah dan biji kopi, baik yang masih berada di pohon maupun yang sudah jatuh ke permukaan tanah.

Pengendalian hama BBK dapat dilakukan apabila intensitas serangannya melebihi 10 persen dengan menerapkan sanitasi kebun yakni mengatur naungan supaya lingkungan kebun tidak terlalu gelap. Bisa juga dengan memanfaatkan parasitoid Cephalonomia stephanodris dan jamur Beauveria basiana. Opsi lainnya adalah memilih bibit kopi yang dapat matang secara serempak misalnya USDA 762, BP 234, dan BP 409.

2. Kutu Dompolan
Kutu dompolan ialah sebutan lain dari kutu putih Planococcus citri. Untuk mengatasi hama ini, caranya bisa dilaksanakan dengan mengatur naungan sedemikian rupa sehingga area pertanaman tidak terlalu gelap. Di samping itu, pengendalian terhadap kutu dompolan juga dapat melalui metode kimia dengan menyemprotkan insektisida propoksur seperti poxindo 50 WP.

3. Kutu Hijau dan Kutu Coklat
Kutu hijau (Coccus viridis) dan kutu coklat (Saesetia coffeae) sama-sama merupakan hama yang sering pula merusak tanaman kopi. Teknik pengendalian terhadap kedua hama ini dapat dikerjakan dengan memelihara dan merawat tumbuhan-tumbuhan kopi secara intensif. Pemupukan juga perlu dilakukan dengan berimbang sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Sedangkan cara kimiawinya bisa memakai tepung Karbaril atau Sividol, serta memanfaatkan insektisida Anthio 330n EC.

4. Penggerek Cabang
Yang termasuk hama penggerek cabang pohon kopi yaitu Xylosandrus spp. Hama tersebut bisa ditangani dengan melakukan pembersihan kebun secara rutin sehingga rantai perkembangbiakannya akan terganggu. Metode pengendalian yang tepat di antaranya meliputi pemotongan cabang tanaman yang sudah terserang, pemangkasan terhadap cabang, dan pembakaran ranting-ranting tanaman kopi.

5. Penggerek Batang Merah
Zeuzera coffeae adalah organisme yang kerap ditemukan sebagai penggerek batang merah dari tumbuhan kopi. Secara efektif, pengendalian hama Zaeuzera coffeae ini bisa dilakukan dengan metode kimiawi dan biologis. Contohnya seperti memotong batang tanaman yang telah rusak dan membakarnya, serta menyemprotkan insektisida yang sesuai.

Wednesday, March 30, 2016

Pedoman Praktis, Cara Membuat Masker Kopi!

Apakah Anda ingin membuat masker kopi? Sudah menjadi rahasia umum kalau masker kopi berkhasiat untuk menghilangkan bekas jerawat dan memutihkan wajah. Apalagi jika pembuatannya ditambah pula dengan putih telur, lemon, susu, madu, dan minyak zaitun. Manfaatnya pun akan semakin bertambah besar seperti mencerahkan warna kulit yang kusam, membersihkan pori-pori kulit, serta menghaluskan permukaan kulit.

Pada dasarnya, proses pembuatan masker kopi tidak begitu sulit. Yang terpenting Anda harus mau melakukannya sesuai dengan prosedur yang benar dan berani repot. Nah, berikut ini kami buatkan resep yang spesial untuk Anda pembaca setia!
cara-membuat-masker-kopi.jpg
Bahan yang diperlukan :
  • 3 sdm bubuk kopi
  • 1 gelas susu tawar

Cara membuat :
  1. Siapkan bahan-bahan di atas dengan benar. Perhatikan, di sini kita menggunakan bubuk kopi dan susu kental yang sama-sama tawar alias tidak berasa.
  2. Kemudian masukkan bubuk kopi ke dalam mangkuk. Lalu tuangkan juga susu ke dalamnya.
  3. Aduk bahan-bahan tersebut sampai keduanya tercampur secara merata. Usahakan adonan masker yang terbentuk berupa pasta dan tidak encer.
  4. Masker yang terlalu encer akan mengakibatkannya sulit diusapkan ke muka. Jika hal ini terjadi, Anda bisa mengentalkannya kembali dengan menambahkan bubuk kopi secukupnya.
  5. Sama seperti masker-masker yang lain, masker kopi ini diaplikasikan ke seluruh permukaan wajah sampai leher kecuali area sekitar mata dan bibir.
  6. Selama masker menempel di wajah, Anda bisa bersantai dan melakukan pijatan kecil di bagian muka untuk mendukung proses relaksasi
  7. Masker kopi ini sebaiknya lekas dibersihkan setelah 20 menit pemakaian. Jangan lupa untuk mengeringkan wajah dan menggunakan pelembab setelahnya ya.

Selain resep pembuatan masker kopi yang standar di atas, ragam masker kopi juga ada varian yang lain. Di antaranya masker kopi madu, masker kopi yoghurt, masker kopi lemon, masker kopi minyak zaitun, dan sebagainya. Ingat, dianjurkan untuk memakai bahan-bahan alami tanpa pengawet untuk membuat masker sendiri. Bagaimanapun bahan-bahan yang masih segar selalu mengandung manfaat yang jauh lebih banyak daripada bahan-bahan yang sudah diawetkan.
Semoga bermanfaat!

Monday, February 22, 2016

Budidaya Tanaman Kopi Ateng di Dataran Tinggi

Budidaya kopi ateng kini marak dilakukan oleh para petani di Indonesia. Pasalnya tanaman ini dinilai merupakan salah satu varietas yang unggulan. Terang saja karena kopi ateng mampu menghasilkan buah yang melimpah dalam waktu singkat dan ukuran pohonnya pun cukup pendek sehingga mempermudah dalam pemanenannya. Setelah memasuki masa produktif, buah kopi ateng bisa dipetik setiap 2 minggu sekali hingga usianya mencapai 10 tahun untuk kemudian diremajakan kembali.
budidaya-tanaman-kopi-ateng.jpg

Langkah 1 : Persiapan Lahan
Proses penyiapan lahan dikerjakan dengan mencangkul tanah sedemikian rupa untuk memperbaiki strukturnya. Berikan pula pupuk kandang yang telah matang pada lahan tersebut. Kemudian buatlah lubang penanaman yang berukuran 60 x 60 cm atau 75 x 75 cm dengan jarak penanaman yang berkisar 2 x 2 m hingga 2,5 x 2,5 m. Lubang tanam ini selanjutnya dibiarkan terbuka minimal selama 1 bulan.

Langkah 2 : Pembibitan Kopi
Bibit yang digunakan sebaiknya berasal dari pohon induk yang sudah diketahui kualitasnya dengan pasti. Pada lahan pembibitan, buatlah bedengan untuk keperluan persemaian. Selanjutnya berikan lapisan pasir di atas bedengan dengan ketebalan sekitar 5 cm. Bangun juga pelindung di atas bedengan memakai plastik atau pelepah.

Untuk merawat bibit kopi, siramlah bibit secara berkala dengan menyesuaikannya pada kondisi kelembaban tanah. Rata-rata bibit akan tumbuh menjadi kecambah setelah usianya mencapai 1 bulan. Kemudian bibit-bibit kopi yang berumur 2-3 bulan dan tumbuh sempurna dipindahkan ke polybag secara hati-hati supaya akarnya tidak putus. Tambahkan pula pupuk NPK sebagai pupuk dasar sampai usia tanaman kopi mencapai 12 bulan.

Langkah 3 : Penanaman Kopi
Pada saat proses penanaman kopi, mulailah dengan memasukkan pupuk kandang ke dalam lahan penanaman. Paling baik proses penanaman bibit kopi dilaksanakan ketika musim penghujan. Setelah bibit ditanam, lakukan penyiraman tanah seperlunya. Jika lahan terletak di area peternakan, disarankan untuk memasangi pagar kawat untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Langkah 4 : Penyulaman Kopi
Langkah penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman-tanaman kopi yang mati, rusak, atau kerdil menggunakan tanaman baru yang sehat. Dengan mengerjakan hal ini, produktifitas budidaya pun akan tetap terjaga.

Langkah 5 : Pemangkasan Kopi
Pemangkasan tanaman kopi ateng harus rutin dikerjakan setiap kali masa panen untuk menjaga produktifitasnya. Pemangkasan juga bertujuan untuk mengatur bentuk pertumbuhan pohon kopi, mengurangi cabang tunas air, dan mengurangi penguapan. Selain itu, proses pemangkasan juga dimaksudkan untuk memicu pertumbuhan bunga dan memperbaiki bagian tanaman yang rusak. Pemangkasan tambahan juga sesekali perlu dilaksanakan setiap awal dan akhir musim penghujan setelah proses pemupukan berkala.